Sunday, October 4, 2009

Jalan-Jalan ke Tangkuban Perahu

Hari ini, tanggal 4 Oktober 2009 gue dan beberapa teman sejurusan jalan-jalan ke tangkuban perahu.

Awalnya kami kumpul didepan parkiran SR ITB. Semua naik motor yang akan berangkat ke sana. Setelah kumpul, kami menujue ke arah lembang via dago pakar. Jalan alternatif(sepertinya salah milih jalan) yang luar biasa ekstrimnya ini, harus dilalui oleh 15 motor campuran (ada Vixion, 2 Bajaj 180, Ninja 250, CBR, 2 Kharisma, MX, Vario, 2 Mio-motor kesayang gue salah satunya, Smash, Revo, sisanya lupa). Sebenernya banyak temen2 gue yang ga tau medan yang akan dilewati karena biasanya via setiabudi yang jalanannya macet dan panjang. Gue naik mio standar(spuyernya udah ga std) yang jalanannya kalo gue bilang ada kali sudutnya 45derajat. Udah gitu tanjakannya panjang banget. Keliatan banget dari seluruh track yg telah dilewati, ini merupakan track uji coba kesehatan motor. Bahkan motor2 itu ga bisa nyentuh gigi-2. Kalo gue naik mio, 2x gas pol pas tanjakkan panjang banget yang makin lama makin runcing aja. Itu kalo ga gue gas pol dan berhenti, yang ada juga gue turun dari motor sambil gue gas(untuk itu ga terjadi, walopun pernah terjadi sebelumnya). Dari garis paling atas bensin(bukan full) ngelewatin itu butuh 1,5strip.

Track sangat ekstrim telah dilewati dan awan menggelap, berhentilah kami di cek poin di pertemuan jalan alternatif yang nembus maribaya. Sebenernya agak aneh juga, baru nyampe maribaya, napas udah keluar asep(artinya udah dingin) padahal biasa ke lembang itu terjadi kalo malem ato pagi buta. Trus gerimis kecil-kecil dan dipakailah perlengkapan tempur kala hujan. Ada juga yang ga bawa jas hujan. Lalu mengarah ke tangkub, gerimis makin kencang dan makin dekat jalan masuk tangkub, terjadilah hujan. Lalu cek poin di pintu masuk wisata tangkub. Disitu pada istirahat sambil makan gorengan dan foto2. Sambil motornya istirahat juga(gw melihat motor gue tuh butuh istirahat) kita ngobrol2. Mulai deh main asap2an napas yang ga usah dibuat2 udah keluar sendiri.Ohya mio gue habis 1,5 strip lagi untuk sampe kesini. Bayangin aja dinginnya gimana, apalagi yang ga pake jas hujan(bagai ksatria saja). Lalu naik keatas dengan trek yang cukup ekstrim. Sesampai diatas, hujan makin lebat. Alhasil teman2 semua pada "ngiup" di tempat teduh dan jalan2 pake jas hujan(gada bedanya tukang parkir, orang jualan, sama temen2, karena pake jas ujan semua). Trus foto2 sebagaimana layaknya lagi hujan yang fotonya harus gantian supaya kamera tetap terlindungi. Lalu disana ngobrol2 dan foto2. Jam sudah mau nabrak pukul 6, kami semua pingin turun aja(kabut sudah turun dengan tajam sehingga penglihatan sangat terganggu). Dengan asumsi kalo turun tuh ga ngegas banyak, bensin sisa 1strip gue sikat aja. Dengan penglihatan seadanya (helm gada wiper, kacamata gada antiembun+wiper) gue jalan cuma ngikutin lampu belakang motor depan aja(udah kayak dewa aja gue ga liat jalan). Trus jalan via setiabudi. Saat di lembang yang terus turun ke setiabudi, terlihat lah kejayaan motor yang bisa menerobos kemacetan ber-kilo2. Sampe di cek poin (di WS setiabudi), itu jam 7(kalo turun sejam, kalo naiknya hampir 2jaman). Lalu kembali ke tempat start di SR ITB. Habis itu sharing2 ttg bensin, dan diketahui YAMAHA betapa dahsayatnya meneguk literan bensin dan SUZUKI smash yang keiritannya dikalahkan oleh mio gue.
Results:
Mio full tank--->3,6L/6strip(+batas atas +batas bawah)--->dipake 4strip--->2,4L
MX--->temen gue ngitung sendiri jatohnya 1:13kilo(goncengan,kemakan bensin di trek sangat ekstrim)
Smash--->start full, nyampe tangkub sisa dikit dan ngisi dkt kampus)--->normalnya kira2 3literlah.

Jarak tempuh :
bandung-tangkub=2x16
pintu masuk ke tangkub =2x4
muter2 cari makan dulu dibandung =3
total tempuh gue(karena odometer gue mati)---->43km
berarti mio gue nyampe 1:17,9(kacow nih, mnuurut gue sih ini irit karena bobot gue 2 orang dan spuyer gue ga standar)
Tapi mungkin karena ga standar+gue pasang katalis di tangki, jadi pas tanjakan lebih powerfull daripada mio std.


http://ezlaptop.com/?r=111529

Friday, October 2, 2009

Review AKG k416p


AKG ini merupakan tipe closed portable headphone. Jenis ini merupakan produk langka dan susah dicari. Saya kebetulan saja bertemu dengan salah satu penjual headphone terkemuka dikaskus. Awalnya pengen ngebeli HD 212 pro, eh di tawarin yang satu ini. Katanya, "Coba aja dulu, gak nyesel beli ini dah, ini barang langka". Yaudah gue coba, ternyata emang jodoh ama suaranya. Yak sekian prolognya.

Dari segi build headphone ini agak ringkih, takut patah, apalagi dapetnya softcase pula, perlu extra hati2. Dari segi sound headphone ini bisa dibilang warm. Dengan bass yang punchy banget dan suara yang ga mendem2 amat ini, gw langsung terpikat. Out of the box nih headphone warm banget tapi detailnya mnurut gue udah lumayan(utk pertama kalinya gue membutuhkan yang namanya treble, karena gue treble haters). Headphone ini meredam suara luar dikategorikan biasa2 saja, begitu musik di setel baru kerasa agak kedap. Gue pertama kali ngetes ditokonya pake N82, dan ternyata nih headphone bisa keangkat(padahal sama2 32ohm=HD212pro). Mungkin karena ada vol kontrol kali ya.

Setelah Burn-in 200jaman terjadi perbedaan suara yang mnurut gue cukup signifikan. Mulai dari bass, kuantitas berkurang tetapi kualitas naik(jadi ga boomy gitu). Untuk lownya hampir gada perubahan(dari awal lownya udah mantebh) dan untuk midnya sama aja seperti awal. Nah yang dahsyat adalah highnya kerasa banget cling cling tapi ga nyakitin. Untuk detail suara naik pesat dan untuk separasi musik naik dikit dan soundstage meluas cukup besar.

Kelemahan utama gue adalah kurang nyamannya nih headphone dipake kalo pake kacamata(telinga bagian atas belakang menekan kencang sementara ada kacamata), jadi kalo pake kacamata paling cuma kuat sejam-dua jam.

Headphones weight without cable (g) 73
Sensitivity (dB/mW, dB/V*) 126*
Audio bandwidth (Hz to kHz) 11-29,5
Rated impedance (ohms) 32
3D-Axis (folding mechanism) Yes
Patented self-adjusting headband Yes
Unbreakable metal arches Yes
99.99% oxygen-free cable (length in m) 1,0
Hard gold-plated jack plug and contacts Yes
Closed-back, dynamic headphones Yes
NdFe magnets Yes
Suited for (SA)CD, DVD(A), DAT Yes
Best for MP3, CD, MD and PC/laptops Yes

Score after burn-in 200hours
Bass impact 8
Bass Quality 8
Details 8
Comfort 4
Soundstage 7
Positioning 7
Noise-cancellation 5

+ great bass respone (ga boomy), details, high indah
- body build, uncomfortable

HIGHLY RECOMMENDED
 

Blogger news

Blogroll

About

tes